Tuesday, August 24, 2010

Kisah Roh dari Abu Bakar R.A

AbuBakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia
Keluar dari jasad. Maka berkata Abu
Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:-

1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut
kehendak mereka.
5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di
udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat
.

6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak
misik.
7. Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin,mereka diseksa
berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat.

"Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat
tangannya
oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.

42 comments:

akak72 said...

Pada pandangan saya roh spt yg disebut oleh Al-Quran, Hadith, Sahabat2 nabi dan Ulama' mu'tabar adalah benar dan mereka bersepakat dalam satu hal iaitu RUH ORG MATI TIDAK MENGAMBIL BAHAGIAN LAGI DALAM URUSAN DUNIA SPT BERHUBUNG DGN MANUSIA ATAU MEMBANTU MANUSIA(PERAWAT) ATAU BERKOMUNIKASI DGN MANUSIA ATAU MEMBERI AMARAN KPD MANUSIA.

Ini kerana barzakh itu sendiri membawa makna tembok atau dinding.

Wallahu a'lam

Anonymous said...

SAMB:

Bukti bahawa Roh tidak boleh kembali berdasarkan dalil berikut :-



Firman Allah ertinya : " Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka ( orang kafir) dia berkata : " Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang soleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak (jawapan Allah), sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya sahaja (janji kosong) . Dan di hadapan mereka ada DINDING (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan" ( Al-Mu'minuun : 99-100).

Imam Mujahid (Tabien dan anak murid Ibn Abbas r.a) dan Ibn Zaid berkata tentang ayat ini : "Barzakh adalah seperti satu tembok yang menghalang orang yang mati kembali ke dunia."

Firman Allah ertinya : "Allah SWT memegang jiwa (ruh) ketika matinya (seseorang) dan memegang jiwa(ruh) orang yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahanlah jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.." ( Az-Zumar : 42 ).

Melalui ayat ini, jelas bahawa roh berada di dalam pegangan Allah SWT dan Allah tidak membenarkan sama sekali Roh untuk kembali ke dunia, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat sebelum ini,

Terdapat juga ulama berpandangan bahawa roh orang yang telah mati boleh bertemu dengan roh orang hidup ketika mereka sedang tidur (melalui mimpi). (Ar-Ruh, Ibn Qayyim, ms 20). Bagaimanapun, tiada yang berpandangan roh tersebut boleh bertemu dengan orang hidup semasa sedar mereka. Semua roh yang telah di ambil Allah SWT akan sibuk dengan urusan mereka sama ada baik atau buruk.

n

Anonymous said...

samb:

Prof Ahmed Azzedine Al-Bayanuny dan Prof. Mohamed Hussin pernah menegaskan bahwa dakwaan orang-orang kristian yang boleh bertemu dengan ruh si mati dengan teknik jampian kahs adalah penipuan yang menggunakan Jin dan syaitan. Ia bukannya ruh yang sebenar. ( Rujuk Al-Iman Bil Malaika dan Al-Ruhiya al-Haditha)

DESTINASI ROH SELEPAS MATI

Ulama berbeza pandangan dalam menentukan tempat tinggal Roh selepas mati seperti berikut (Rujuk Syarh Al-‘Aqidah At-Tohawiyah, Tahqiq Syuaib Arnout, 2/613-614, cet Muasassah ar-Risalah) :-

a) Roh Mukmin di dalam Syurga dan Roh Kafir di dalam Neraka.

b) Kedua-duanya di dalam kubur mereka, dan Roh Mukmin di bukakan taman Syurga serta memperolehi nikmatnya dan Kafir di bukakan lubang azab neraka.

c) Roh Mukmin di alam tinggi (‘illiyyin) di langit ketujuh dan Kafir di ‘Sijjin' di dunia yang ketujuh terbawah.

d) Roh para Shuhada' (mati syahid) berada di Syurga dan Roh seluruh Mukmin lain berada di kuburan mereka. (pandangan Imam Ibn Abd Al-Barr)

Antara dalil dalam hal destinasi roh selepas kematian ini ada diterangkan di dalam hadith

" Roh yang Mukmin dalam keadaan burung-burung yang bergantungan di pokok-pokok di dalam Syurga, sehinggalah Allah mengembalikannya kepada jasadnya pada hari dibangkitkannya." (Ibn Majah, no 1449 ; Ahmad, no 15716 12/315 cet Dar al-Hadis; Sohih menurut Ibn Hibban no. 743, Syuaib Arnaout dan Ahmad Syakir)

Berdasarkan sebuah hadith lain, apabila seorang Mukmin itu mati rohnya akan dibawa naik ke langit sehingga sampai ke langit ke tujuh, maka berkata Allah SWT : Tuliskan buku hambaku ini di ‘illiyyin' (tempat yang tinggi) dan kemudian dikembalikannya ke jasadnya kembali dan di datangi pula oleh dua Malaikat ... (Ringkasan Hadith riwayat Ahmad, Abu Daud no 4753, Sohih menurut al-Hakim, Syuaib Arnaout dan Ahmad Syakir)

Manakala Roh si jahat dan Kafir pula juga di bawa naik ke langit dengan bau yang amat busuk dan digelar dengan nama yang terburuk dan apabila sampai di langit, maka tidak dibukakan pintu langit kemudian Nabi SAW membacakan ayat 40 dari Surah al-A'raf . Kemudian Allah SWT mengarahkan agar dtuliskan namanya di dalam ‘Sijjin' (neraka) kemudian di campakkan Rohnya dan Nabi SAW membacakan firman Allah : " Sesiapa yang syirik kepada Allah, maka adalah seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan ke tempat yang jauh" (Al-A'raf : 31) . Kemudian dikembalikan kepada jasadnya, ...kemudian di datangi Malaikat..lalu dibukakan pintu dari neraka, lalu datanglah kepanasannya dan racunnya, dan kuburnya pula menyempit sehingga bersilang rusuknya. (Ringkasan dari Hadith riwayat Ahmad, Abu Daud no 4753, Sohih menurut al-Hakim, Syuaib Arnaout dan Ahmad Syakir)

Berdasarkan ayat Quran juga, ruh si jahat juga akan di azab di dalam alam barzakhnya. Iaitu :

" Api neraka dikenakan kepada mereka (kafir) pada pagi dan petang, manakala di apabila tiba qiyamat mereka di masukkan bersama keluarga Firaun yang dikenakan azab" (Ghafir : 40)

Kesimpulannya, Roh tidak mampu kembali ke alam dunia kerana Barzakh adalah tembok yang menghalangnya, dan Roh mukmin di berikan nikmat di alam barzakh manakala Roh di kafir diazab sehingga kiamat. Wallahu'alam.

Ust Zaharuddin Abd Rahma

Anonymous said...

Oleh karena itulah salah satu cara agar bisa mengetahui dan berdialog dengan ruh adalah dengan jalan tarekat. Karena setiap tarekat itu mengajarkan makrifatullah. Setiap makrrifatullah yang sudah matang, akan mengetahui hakekat Allah dan itu menjadi rahasia Allah.

Sebetulnya ruh yang dapat dijumpai tidak hanya ruhnya orang yang sudah meninggal saja. Ruh orang-orang yang belum lahir sekalipun sesungguhnya banyak pula dijumpai. Apabila ruhnya orang yang masih hidup akan lebih muida dijumpai. Dan semua ini hanya bisa dilakukan oleh ulama-ulama ahli sufi yang memiliki kedekatan dengan Allah.

Banyak bukti, yang menjadi landasan ulama sufi unutk menjelaskan bahwa dialog dengan ruh dapat dilakukan oleh manusia. Kisah perjalanan isra dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW, yang bertemu para nabi dilangit adalah sebagai bukti kebenaran itu. Bahkan orang dengan derajat yang jauh dibawah nabi juga banyak mengisahkan cerita tentang adanya dialog dengan orang yang telah meninggal dunia.

Salah satunya adalah yang dikisahkan oleh haji Juri. Seorang tokoh agama di Desa geritayu, Kabupaten Pati. Dia mengetahui tentang derajat kewalian ayahnya, KH Mochtar, setelah diberi tahu oleh KH Hambali, seorang pengasuh pondok pesantren terkenal di Caruban Lasem.

Hai Juri sebetulnya tidak pernah menganggap bapaknya itu termasuk yang dikasihani oleh Allah. Rahasia itu terbongkar setelah tanpa sengaja ia bertemu dengan KH Hambali, yang datang ke Desa garit. Kiyai Hambali itu bisa menceritakan seluruh kebaikan dan sifat-sifat KH Mochtar. Bahkan bentuk fisiknya juga paham betul. Meskipun KH Hambali sendiri tidak pernah kenal dan berjumpa secara fisik dengan KH Mochtar.

Itu karena KH Hambali adalah ulama yang diberi ijin oleh allah untuk dapat berkomunikasi dengan kekasih Allah yang menurut sebagian orang telah mati. Dia memiliki kemampuan berdialog langsung dengan orang yang dikehendaki.

Menurut ajaran sufi, bertemu dengan ruh bisa melalui berbagai cara. Baik itu pandangan bathin, mimpi, atau melalui perasaan. Bahkan bertemu secara kasat mata dan berdialog langsung juga bisa. Banyak hadist yang menyatakan kalau ruh orang yang meninggal itu tidak mati. Apalgi yang digolongkan syuhada .

Orang yang telah meninggal dunia berada disuatu tempat, antara dunia dan akhirat. Yang akan masuk surga, dekat dengan surga. Demikian pula yang akan masuk keneraka, dekat sekali dengan neraka sehingga mereka merasakan siksaan Allah dialam barzah.

Banyaknya hal yang menjadikan seseorang yang disiksa dialam kubur, menjadikan ulama sufi menganjurkan kita yang masih hidup mmembuat kebajikan terhadap orang yang sudah meninggal dunia itu.

Mengikhlaskan doa sejak mengkafani, memandikan, menshalatkan, serta menguburkan, hingga mentahlilkan sangat dianjurkan. Itu karena orang yang telah mati bisa mengambil manfaat dari doa itu, khususnya doa anak yang soleh. Demikian menurut ulama sufi.

Untuk bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia, para sufi selalu menggunakan apa yang disebut dengan nama jalur malakut. Karena jalur malaikatlah yang diridhoi Allah. Meskipun begitu, adakalanya orang juga mampu berkomunikasi dengan ruh tanpa jalur malakut. Mereka itu menggunakan jalur jin atau syetan. Biasanya para dukun atau paranormal yang menggunakan jalur ini. Karena lewat jalur setan itulah, sehingga kita sulit apakah betul-betul ruh manusia atau hanya tipu daya Jin dan Syetan.

Lain kalau menggunakan jalur malaikat, karena malaikat tidak berani menipu. Karena mereka adalah makhluk Allah yang paling taat. Berbagai cara dilakukan orang untuk bisa bertemu dengan ruh. Meskipun kita bisa bertemu dengan ruh dengan berbagai jalur yang dikehendaki, namun kebanyakan orang bertemu dengan ruh karena mimpi. Untuk bermimpi dengan ruh orang yang sudah meninngal dunia alama sufi menggunakan amalan-amalan doa tertentu.

Anonymous said...

Ulama hadis mempunyai anggapan mempunyai anggapan bahwa orang hidup tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah mati. Tetapi ulama sufi menyatakan sebaliknya bahwa orang hidup itu bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal dunia. Termasuk bertemu dengan nabi Muhammad SAW, para auliya, para wali atau orang tua yang sudah meningga dunia.

Dan itu tentunya hanya bisa dilakukan oleh manusia yang beriman dan bertaqwa serta mendapatkan petunjuk dari Allah. Banyak dasar yang digunakan ulama sufi, sehingga mereka menyatakan kalau orang hidup bisa berdialog dengan orang yang sudah meninggal.

Anonymous said...

Salah satunya adalah ayat al-Quran pada surat Ali-Imron: 169: yang artinya, “ ….dan janganlah kamu mengira orang yang meninggal dijalan Allah ( fisabillilah suhada) itu mati. Mereka adalah hidup dan mendapatkan rejeki (kenikmatan dialam lain) disisi Allah dan hanya Allah yang mengetahui alam lain itu.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ barang siapa yang melihatku diwaktu tidur maka sungguh melihatku, barang siapa melihatku disaat tidur maka sungguh-sungguh melihatku, sesengguhnya setan tidak bisa menyerupaiku ‘.

Untuk bertemu dengan ruh orang yang meninggal dunia, petunjuk dan ijin dari Allah adalah hal yang utama, karena ruh adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

Oleh karena itulah salah satu cara agar bisa mengetahui dan berdialog dengan ruh adalah dengan jalan tarekat. Karena setiap tarekat itu mengajarkan makrifatullah. Setiap makrrifatullah yang sudah matang, akan mengetahui hakekat Allah dan itu menjadi rahasia Allah.

Sebetulnya ruh yang dapat dijumpai tidak hanya ruhnya orang yang sudah meninggal saja. Ruh orang-orang yang belum lahir sekalipun sesungguhnya banyak pula dijumpai. Apabila ruhnya orang yang masih hidup akan lebih muida dijumpai. Dan semua ini hanya bisa dilakukan oleh ulama-ulama ahli sufi yang memiliki kedekatan dengan Allah.

Anonymous said...

Banyak bukti, yang menjadi landasan ulama sufi unutk menjelaskan bahwa dialog dengan ruh dapat dilakukan oleh manusia. Kisah perjalanan isra dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW, yang bertemu para nabi dilangit adalah sebagai bukti kebenaran itu. Bahkan orang dengan derajat yang jauh dibawah nabi juga banyak mengisahkan cerita tentang adanya dialog dengan orang yang telah meninggal dunia.

Salah satunya adalah yang dikisahkan oleh haji Juri. Seorang tokoh agama di Desa geritayu, Kabupaten Pati. Dia mengetahui tentang derajat kewalian ayahnya, KH Mochtar, setelah diberi tahu oleh KH Hambali, seorang pengasuh pondok pesantren terkenal di Caruban Lasem.

Hai Juri sebetulnya tidak pernah menganggap bapaknya itu termasuk yang dikasihani oleh Allah. Rahasia itu terbongkar setelah tanpa sengaja ia bertemu dengan KH Hambali, yang datang ke Desa garit. Kiyai Hambali itu bisa menceritakan seluruh kebaikan dan sifat-sifat KH Mochtar. Bahkan bentuk fisiknya juga paham betul. Meskipun KH Hambali sendiri tidak pernah kenal dan berjumpa secara fisik dengan KH Mochtar.

Itu karena KH Hambali adalah ulama yang diberi ijin oleh allah untuk dapat berkomunikasi dengan kekasih Allah yang menurut sebagian orang telah mati. Dia memiliki kemampuan berdialog langsung dengan orang yang dikehendaki.

Menurut ajaran sufi, bertemu dengan ruh bisa melalui berbagai cara. Baik itu pandangan bathin, mimpi, atau melalui perasaan. Bahkan bertemu secara kasat mata dan berdialog langsung juga bisa. Banyak hadist yang menyatakan kalau ruh orang yang meninggal itu tidak mati. Apalgi yang digolongkan syuhada .

Orang yang telah meninggal dunia berada disuatu tempat, antara dunia dan akhirat. Yang akan masuk surga, dekat dengan surga. Demikian pula yang akan masuk keneraka, dekat sekali dengan neraka sehingga mereka merasakan siksaan Allah dialam barzah.

Banyaknya hal yang menjadikan seseorang yang disiksa dialam kubur, menjadikan ulama sufi menganjurkan kita yang masih hidup mmembuat kebajikan terhadap orang yang sudah meninggal dunia itu.

Anonymous said...

Banyaknya hal yang menjadikan seseorang yang disiksa dialam kubur, menjadikan ulama sufi menganjurkan kita yang masih hidup mmembuat kebajikan terhadap orang yang sudah meninggal dunia itu.

Mengikhlaskan doa sejak mengkafani, memandikan, menshalatkan, serta menguburkan, hingga mentahlilkan sangat dianjurkan. Itu karena orang yang telah mati bisa mengambil manfaat dari doa itu, khususnya doa anak yang soleh. Demikian menurut ulama sufi.

Untuk bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia, para sufi selalu menggunakan apa yang disebut dengan nama jalur malakut. Karena jalur malaikatlah yang diridhoi Allah. Meskipun begitu, adakalanya orang juga mampu berkomunikasi dengan ruh tanpa jalur malakut. Mereka itu menggunakan jalur jin atau syetan. Biasanya para dukun atau paranormal yang menggunakan jalur ini. Karena lewat jalur setan itulah, sehingga kita sulit apakah betul-betul ruh manusia atau hanya tipu daya Jin dan Syetan.

Lain kalau menggunakan jalur malaikat, karena malaikat tidak berani menipu. Karena mereka adalah makhluk Allah yang paling taat. Berbagai cara dilakukan orang untuk bisa bertemu dengan ruh. Meskipun kita bisa bertemu dengan ruh dengan berbagai jalur yang dikehendaki, namun kebanyakan orang bertemu dengan ruh karena mimpi. Untuk bermimpi dengan ruh orang yang sudah meninngal dunia alama sufi menggunakan amalan-amalan doa tertentu.

Tok Said said...

masing-masing ngn pendapat masing..ada nas masing2...
sebab tu ada 4 mahzab dan lain-lain caranya
-mengikut nabi pula,islam terpecah kepada 73 golongan-

jadi tak pelik la masing2 ada hujah masing2,wahabi pun ada hujah dia jugak...semua mengaku dia yang benar...pandai2 la,jgn lupa shahadat sudah..jgn lupa istifar 100 kali sehari mohon ampun pada Allah kalau2 kita tersalah...

Anonymous said...

4 mazhab tu bukan ke mazhab fekah, kita boleh berbeza pendapat dlm bab fekah tapi tak boleh berbeza pendapat dalam bab aqidah.

Bab ruh ni lebih kpd bab aqidah, so harus ada dalil naqli (quran/hadith) sebagai sandaran.

So far yg disepakati ulama ialah ruh tidak mengambil apa2 bahagian lagi dalam urusan dunia samada berkomunikasi, membantu dlm perubatan, menjaga anak cucu, memberitahu perkara2 ghaib (kalau cam ni, habis la agama islam kita....bila kita cakap begini, akan ada org yg kata dia jumpa roh dan roh kata begitu, parah).

Namun roh boleh berkomunikasi dlm mimpi spt org mimpi bertemu nabi dsb.

wallahu alam

Tok Said said...

apa la k merepek ni bro,biar la roh tu kata apa pun,kalu xnak percaya jgn percaya,takkanla pasal roh berkomunikasipun islam pun habis,mudah sangat ke islam boleh habis,kalu mcm tu iblis menyamar jadi roh je la,habis islam..takyah buat benda lain

aku bagi pandangan ada 4mahzab,ada terpecah 73 golongan tu sebab nak bagi contoh yang memang masing-masing ada pandangan masing..mcm mana dengan wahabi..ramai ulama cakap mahzab tu sesat,tapi wahabi tetap cakap dia yang benar..ni akidah ke pegangan...

malas aku dengan org otak sempit,semuanya mustahil,abis kisah shikeh qadir jailani hidupkan ayam balik lepas dia kunyah2 daging tu apa,mana dia amik roh ayam tu hidupkan balik,tak mustahil ke tu..kisah Nabi Isa boleh hidupkan mayat tu aoa kes?mana dia amik roh tu..tu semua kan mustahil..tapi dengan izin Allah terjadi,tak pulak habis agama islam tu..ishhh susah la..

Tok Said said...

Mayat hidup balik tu kan atas izin Allah,semuanya atas izin Allah,memang ada yang Allah bagi kelebihan pada sesorang dan pada seseorang yang lain....jgn sempit kan otak kita..tapi kalu bertegas itu dengan pandangan ko terpulangla..ko belajar agama aku pun belaja agama,aku pun tau apa yang menyebabkan kita murtad,terkeluar pada islam,..masing2 tau...tapi kalu aku salah takkan la ramai yang datang berubat ngn aku bro,tahfiz 30 juzuk pun datang belajar ngn aku..ko berapa juzuk lancar..bukan sorang datang Tahfiz ni,ramai dah..ustaz2 lepasan azhar datang umah aku,berubat ngn aku..tengok dan dia kupas kat rumah aku..roh ni sapa..ni mcm mana..ni rijallulghaib..ni itu la,ini mcm ni..siap kongsi ilmju dia.dan imam surau pun setiap jemaah yang datang sakit jumpa dia,baawak dtg jumpa aku..aiyoooo,kalu aku rosak akidah takkan la orang2 kuat agama kat kawasan aku bawak pesakit jumpa aku,mesti diorang larang jangan dekat ngn aku

Tok Said said...

ko mengaku roh boleh berkomunikasi dalam mimpi? jadi sebenarnya mimpi tu apa? kalu dalam mimpi masuk ke alam mana? roh ko kan tetap ada dalam jasad,jadi mcm mana boleh bermimpi,roh tu masuk dlm mimpi ke? kalu masuk dlam mimpi,roh masuk alam dunia ke?

susah...kalu ko dah boleh mengusai ilmu roh,dalam mimpi nak jumpa sapa2,nak jumpa roh itu,roh ini,maka tak mustahil pun kita boleh berkomunikasi dengan roh

roh yang datang masuk dlam mimpi sebab dia datang nak bagi tau sesuatu,bagi sesiapa yang berilmu,dia takyah la masuk dlm mimpi,jumpa depan2 je la bro

Tok Said said...

5. Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di
udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.

ni kata dari Abu Bakar..roh tu ada je tergantung di dunia ni,bukan dunia lain pun

jadi aku nak bagi contoh..

dlam jasad orang yang hidup ada roh..tapi duk dalam jasad..diluar tu ada roh yang dah mati,tergantung-gantung tak berjjasad...kalau aku dah boleh mengusai roh dalam jasad aku ni,tak boleh ke roh dalam jasad aku ni komunikasi dengan roh yang tergantung2 tu...roh boleh berkomunikasi dengan roh..takkan tak boleh, takkan sesat,takkan rosak akidah

sebab tu aku cakap pandangan berbeza-beza bagi setiap orang, terpulangla bagi sesiapa yang dah smpai makamnya..

langkasuka said...

Oleh karena itulah salah satu cara agar bisa mengetahui dan berdialog dengan ruh adalah dengan jalan tarekat. Karena setiap tarekat itu mengajarkan makrifatullah. Setiap makrrifatullah yang sudah matang, akan mengetahui hakekat Allah dan itu menjadi rahasia Allah.

Sebetulnya ruh yang dapat dijumpai tidak hanya ruhnya orang yang sudah meninggal saja. Ruh orang-orang yang belum lahir sekalipun sesungguhnya banyak pula dijumpai. Apabila ruhnya orang yang masih hidup akan lebih muida dijumpai. Dan semua ini hanya bisa dilakukan oleh ulama-ulama ahli sufi yang memiliki kedekatan dengan Allah.

Banyak bukti, yang menjadi landasan ulama sufi unutk menjelaskan bahwa dialog dengan ruh dapat dilakukan oleh manusia. Kisah perjalanan isra dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW, yang bertemu para nabi dilangit adalah sebagai bukti kebenaran itu. Bahkan orang dengan derajat yang jauh dibawah nabi juga banyak mengisahkan cerita tentang adanya dialog dengan orang yang telah meninggal dunia.

langkasuka said...

bongok betul la mamat ni tok..ada ke islam habis sebab komunikasi dengan roh..bedul tak sekolah..

Anonymous said...

sabar jo la,wahabi memang dah ramai sekarang ni tok..ni budak2 wahabi la ni..

General 3 said...

bodoh,nak menyibuk pegila blog lain,kalu dah pandai sgt buka blog sendiri,buat rawatn sendiri... tak mampukan ,,,sebab ilmu ko ilmu buka buka cari nas je..tak berguru,jgn duk kacau guru aku..

kalu blog pun xda,ubatkan org pun xda,ilmu pun xda,xda sapa nak jumpa ko mintak doa ko, jgn menyibuk..

al bahlulll

BrO said...

Aiya... Ini mcm org pon ada ka?


Kesian. Islam pon dihukum Habis... Kahkahkahkah...

lebai slamb3r said...

asalamualaikum..Tok said and gengs sekalian...Rileks ler..

Betul tu semua punyai pendapat tersendiri..Kecuali Allah izinkan untuk bertemu dgn benda ini..Tidak ramai cuma sedikit dan punyai ilmunya...Biasanya bagi aliran tarikat,tasauf,penyucian diri and org awam biasa pun leh jumpa benda atas kehendaknya..Sebenarnya roh ini boleh berjumpa dgn kita jika ada ilmunya..Tidak ramai yg dapat menguasai ilmunya..Bahkan kita ini boleh saja jumpa roh para2 nabi,para wali yang dahulu kala untuk menanyakan benda yang bermanfaat..

Mungkin berangapan ianya berdinding sebenar roh org yang telah meninggal dunia di buka hijabnya sampai dapat melihat alam dunia ini.Untuk melihat setiap apa yang berlaku didunia..Mata hati mereka sudah terbuka luas kerana mereka berada di alam lain..Biiznillah..Bagi yang masih hidup juga mampu menembusi alam mereka ini bahkan lebih dari itu pada peringkat yang tertinggi boleh melihat alam semesta ini and Ciptaannya..Di mana Allah buka mata hatinya mampu melihat perihal yang jauh dari Akal rasional..

ROH adalah dari Allah dan Roh inilah akan kembali padanya..Biasanya di sebut roh suci(Nafsu yang tenang)..Jgn hairan ler kalau sudah hamba mencapai makam tertentu mudah saja bertemu dgn secara langsung tanpa bermimpi..Sebab kita punya roh dan punyai jiwa..Antara roh dgn roh...di Buka antara Hijab kita dgnnya..Mata hati terbuka luas sehingga dapat melihat apa yang zahir dan batinnya..Semua itu mudah bagi Allah..Dlm Asma ul husna..YA batin ya Zahir..Tidak ke kita lihat dari situ..Harapnya fahamkan.!"

Aku tak herain ler kalau tok said kata mayat itu boleh hidup balik..Sebab itu adalah kehendak Allah..Ada yang mungkin tidak faham apa yang tok ketengahkan..Itu semua adalah kekuasaan Allah..Jgn sempit kan minda,bukalah akal and mata hati seluas2nya..Jika ada salah semoga Allah ampunkan aku dan boleh di tegur saja...Yang mampu aku katakan Wallahu alam..

akak72 said...

Boleh tok bagi hujjah tentang kebolehupayaan kita berkomunikasi dgn ruh menurut Islam?

Saya dpt ni drp internet, may be boleh kongsi....

BENARKAH ROH MANUSIA BERGENTAYANGAN?

Kita mengetahui tubuh terdiri jasad fisik dan roh. Setelah meninggal jasad fisik dikubur untuk kembali ke bahan dasarnya, yaitu tanah. Sedangkan, roh kita meninggalkan jasad untuk memasuki alam kubur untuk beristrirahat sementara sebelum kiamat. Nah, apakah definisi roh, cara kerja roh, bagaimana roh kembali ke Allah dan dimana roh berada belum ada yang bisa menjawab. Wajar, karena mekanisme roh itu hanya urusan Allah Azza Wa Jalla.

Tetapi, masyarakat sering dibuat geger dengan kasus roh atau arwah penasaran yang bergentayangan akibat kematian tidak wajar. Kemunculan kuntilanak yang diinterprestasikan akibat wanita hamil yang meninggal tidak wajar. Atau pocong yang bergentayangan karena lupa melepas tali pocong mayat. Semua itu, menunjukkan tersangkanya roh atawa arwah yang penasaran yang tidak di terima oleh Allah SWT. Benarkah prasangkaan masyarakat itu?

Arwah secara etimologi adalah bentuk jamak dari roh. Roh secara terminologi adalah makhluk Allah yang diciptakan Allah. Roh adalah unsur terpenting pada manusia setelah jasab sebagai sumber penggerak kehidupan. Dengan roh manusia bisa hidup beraktivitas di dunia dan tanpa roh manusia meninggalkan aktivitas dunia menuju alam kubur.

Roh ini merupakan suatu subtansial yang mempunyai kesadaran terhadap dirinya dan lingkunganya karenanya, ketika roh itu ditiupkan Allah ke janin seorang anak dalam kandungan ibunya ia manpu berbicara di hadapan Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam Al Qur'an.
“maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya roh-Ku....” (QS:al-Hijr:29)
“dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ‘bukanlah Aku tuhanmu?’ mereka menjawab, ’betul (Engkau tuhan kami), kami menjadi saksi...” (QS:al-A’raaf:172)

akak72 said...

SAMB:

Roh merupakan sumber energi kehidupan jasad manusia. Jika roh bersatu dengan jasad, maka jasad menjadi hidup. Apabila roh meninggalkan jasad, maka jasad itu akan mati. Roh merupakan benar-benar rahasia Allah SWT yang hanya sedikit manusia diberikan pengetahuanya.

Iman Ghozali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menerangkan tentang roh: “roh mempunyai dua pengertian: roh itu adalah bagian dari jasad manusia, yaitu suatu zat yang sangat halus yang bersumber dalam ruangan hati (jantung), menjadi pusat dari semua aliran pembuluh darah yang menyebar ke seluruh bagian tubuh manusia. Karenanya manusia dapat hidup dan bergerak, dapat merasakan berbagai perasaan, dengan mata dapat melihat, dengan telingan dapat mendengar, dan dengan hidung dapat mencium, dan dengan otak dapat berpikir. Adapun roh pengertian kedua inilah, manusia dapat mengenal dirinya dan penciptanya, dapat mecapai berbagai ilmu pengetahuan, dapat berprikemanusia, beraklaq baik, berbeda dengan binatang. Roh ini dapat menerima perintah dan larangan dari Allah dan bertanggung jawab atas gerak-gerik, tingkah laku dan perbuatannya. Ia menjadi pusat segala aktivitas manusia.”

Iman al-Ghozali berpesan kepada ummat Islam bahwa hakikat roh itu tidak akan pernah diketahui manusia dan tidak dapat diukur dengan apapun serta tidak dapat dianalisis dengan akal pikiran manusia. Roh adalah hidup selama ada kehidupan dan tidak bergantung pada ruang dan waktu, bahkan tanpa ruang pun roh tetap ada dan tetap hidup. Keadaan dan hakikat roh hanya tidak dapat diketahui dan dipelajari oleh siapa saja, sekalipun para nabi dan para rasul. Roh merupakan perkara ghaib yang tidak akan pernah dilihat bentuknya oleh manusia. Allah menyatakan dalam firman-Nya tentang perkara ghaib. “Katakanlah, ‘tidak ada seorangpun dilangit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.....” (QS:an-Naml:65)

Banyak dukun dan paranormal yang memberikan informasi mengenai roh kepada masyarakat dalam berbagai kasus, seperti: kesurupan; “ wah ini kesurupan roh A karena begini-begitu” dan “ wadagnya cocok dengan karuhunnya sehingga ditinggalin karuhun”, memanggil roh siliwangi, brawijaya, sunan kalijaga dll. Maupun mereka mengaku bisa melihat dan berdialog dengan roh manusia yang meninggal untuk meminta nasihat.

akak72 said...

SAMB:

Marilah kita kembalikan masalah benar-tidaknya roh bisa dilihat, dipanggil, dan bergentayangan di dunia fana kepada ajaran Islam akan membawa kita menemukan beberapa pengetahuan mengenai keadaan roh manusia. Allah SWT mengisyaratkannya mengenai roh ini:
“dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah,’Roh itu termasuk urusan Tuhanku (Allah), dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS:al-Israa’:85)

roh manusia adalah sesuatu yang berada pada perkara gaib yang tidak seorangpun manusia termasuk Nabi Muhammad SAW mengetahui pasti bentuk dan bagian mana kehidupan roh. Ia masih hidup tanpa bergantung pada sesuatu yang bersifat materi.

Abdullah r.a berkata, “pada suatu ketika, aku berjalan-jalan bersama Nabi Muhammad SAW, di sebidang kebun. Beliau bertongkat pelepah kurma. Tiba-tiba lewat serombongan orang-orang yahudi. Setengah dari mereka berkata kepada yang lain, “tanyakanlah kepadanya (Nabi Muhammad SAW) masalah roh?’ kata yang lain,”tidak ada faedahnya ditanyakan kepadanya. Niscaya jawabannya akan menjengkelkanmu.’ Kata yang lain pula, “tanya sajalah’ selanjutnya, datanglah sebagian mereka kepada Nabi Muhammad SAW menanyakan perihal roh. (setelah mendengar pertanyaan mereka) rasulullah muhammad. Terdiam, tidak langsung menjawab apa-apa. Aku tahu, ketika itu Rasulullah Muhammad SAW sedang mendapat wahyu. Karena itu, aku tetap saja ditempatku. Setelah wahyu selesai turun. Nabi muhammasd membaca ayat:
‘dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, ‘roh itu urusan tuhan-Ku (Allah) dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS:al-Israa’:85)

namun definisi “tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” tidak berarti sebagian orang tertentu bisa berkomunikasi dengan roh. tetapi, keadaan roh manusia setelah meninggal banyak diterangkan oleh ajaran Islam dengan sumber Al Qur'an dan Al Hadist. Rasulullah Muhammad SAW menggolongkan roh-roh manusia yang sudah meninggal menjadi dua golongan.

Diterangkan dalam hadist shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra, “apabila roh orang-orang mukmin keluar dari tubuh, dua orang malaikat menyambutnya dan menaikkan ke langit. Kata penduduk langit, ‘roh yang baik datang dari bumi shallallahu ‘alaika dan kepada tubuh tempat engkau bersemayam.’roh itulalu dibawa ke hadapan Allah Azza Wa Jalla. Allah lalu berfirman, ‘bawalah dia ke sidratul muntaha dan biarkanlah disana hingga hari kiamat.”
Kata Hammad, “selanjutnya, apabila roh orang-orang kafir keluar dari tubuhnya, ia berbau busuk dan mendapat makian. Berkata penduduk langit, ‘roh jahat datang dari bumi.’ Diperintahkanlah (oleh Allah), ‘bawalah dia ke penjara dan biarkan di sana hingga hari kiamat.”

Anas bin Malik r.a, Nabi Muhammad SAW bersabda, “apabila seorang hamba telah diletakkan dalam kuburnya dan para sahabat yang mengantar telah pulang, sesungguhnya dia mendengar bunyi yerompah mereka. Ketika itu, datanglah kepadanya dua malaikat dan mendudukkanya. Keduanya lalu bertanya, ‘tahukah kamu, siapa laki-laki ini?’ kalau mayat itu mayat seorang mukmin, dia menjawab, ‘aku menjadi saksi bahwa dia itu seorang hamba Allah dan rasul Allah.’ Dikatakan kepadanya, ‘lihatlah tempatmu sedianya di neraka, tetapi Allah ta’ala telah menggantikannya dengan tempat di surga, selanjutnya, diperlihatkan tempat itu kedua-duanya.”

akak72 said...

SAMB:

Pada saat ini, banyak tersebar berita keahlian seseorang yang memiliki kemanpuan memanggil dan memasukkan roh ke tubuh seseorang. Merekapun membuktikkannya di berbagai media dan kesempatan tentang keahliannya tersebut. Di antara sebagian masyarakat banyak yang menpercayainya dan ikut menyebarkan berita keahlian itu. Benarkah roh orang meninggal bisa hadir di dunia fana dan menyusup ke tubuh manusia.

Kita lihat arti dan makna hadist-hadist diatas yang mengisyaratkan roh manusia yang sudah meninggal tidak dapat kembali ke jasadnya sendiri ataupun ke jasad orang lain. Rasulullah Muhammad SAW pernah menanyai roh-roh orang kafir yang mati dalam perang badar. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas Bin Malik r.a, “Rasulullah Muhammad SAW pergi ke tempat-tempat bekas pertempuran di badar setelah tiga hari perang usai. Rasulullah Muhammad SAW mendatangi pula tempat-tempat musuh yang terbunuh dan memanggil mereka. Rasulullah Muhammad SAW berkata, ‘hai abu jahal bin hisyam, hai ummayah bin khalaf, hai utbah bin rabi’ah, hai syaibah bin rabi’ah! Bukankah kalian telah merasakan apa yang dijanjikan Tuhanmu sungguh-sungguh terjadi? Aku sendiri menyaksikan apa yang dijanjikan Tukanku sungguh-sungguh terjadi.’ Ucapan Nabi Muhammad SAW tersebut terdengar oleh umar lalu ia bertanya, ‘ya Rasulullah Muhammad SAW bagaimana mungkin mereka dapat mendengar dan menjawab, padahal mereka telah menjadi bangkai?’ jawab Nabi Muhammad SAW.’demi Allah yang jiwaku dalam kuasa Allah, pendengaranmu tidak setajam pendengaran mereka. Hanya saja mereka tidak dapat menjawab.’ Nabi Muhammad SAW memerintahkan supaya mayat-mayat musuh itu dikumpulkan lalu dilemparkan ke telaga badar.”

Hadist tersebut telah menunjukkan kepada kita bahwa kondisi roh orang yang sudah meninggal dapat mendengar apa yang kita ucapkan, tetapi roh-roh tersebut tidak dapat berbicara lagi. Apalagi roh-roh itu dapat bergentayangan di dunia dan menyusup ke tubuh. Hal ini dipertegas dengan firman Allah;
“mengapa ketika nyawa sampai dikerongkongan, padahal ketika itu kamu melihat dan kami lebih dekat lagi kepadanya daripada kamu. Namun kamu tidak melihat. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kembali ke raganya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (QS:al-Waaqi’ah:83-87)

realita roh tidak bisa dipanggil dan bergentayangan yang dijelaskan Al Qur'an dan Al Hadist. sebagian dukun dan paranormal yang mengaku bisa berkomunikasi dengan roh dan fenomena sebagian orang yang mengaku melihat keberadaan dan permunculan rioh-roh manusia bergentanyangan. Apakah yang nereka panggil dan saksikan itu?

Mereka adalah orang yang tertipu oleh tipu daya jin dan jin telah membuat mereka merasa bahwa keahlian mereka merupakan “mukzijat” atau “karomah” dari Allah. Jin itu sengaja melakukannya dengan tujuan untuk menjerumuskannya dan menyesatkan manusia dari jalan Allah. Tidak ada roh manapun yang memiliki wewenang dari Allah yang dapat dipanggil dan berkomunikasi tentang perkara – perkara ghaib dengan manusia yang ternyata banyak salah daripada benarnya, seperti: ramalan kiamat 1999, ramalan ratu adil dan satria pinginit, ramalan jangka jayabaya, dll. Apabila terjadi rentetan peristiwa yang membenarkan ramalan itu hanyalah sebuah kebetulan – kebetulan yang berasal dari Allah SWT. Banyak orang yang menjadikan rentetan peristiwa itu sebagai alasan pembenaran ramalan – ramalan. Padahal semua itu hanyalah perbuatan jin yang menipu ummat manusia.

Ummat Islam harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk menkaji dan memahamin fenomena jin dan roh supaya tidak terjadi kerancuan roh itu manpu bergentayangan. Apabila anda menpercayai dan menyakinin roh itu bergentayangan bisa mengelincirkan akidah Islam anda menuju ke arah bid’ah, khurafat dan musyrik.

akak72 said...

Wallahualam...menarik juga argument tentang roh ni.....

lebai slamb3r said...

salam akak72..

Memang banyak pendapat tentang roh ini...Al-quran dah terangkan..Urusan roh itu adalah urusan tuhan..So sedikit sahaja..sedikitnya mengikut kefahaman seseorang itu dan makamnya dgn Allah..Allah maha pemberi kepada siapa dia kehendaki..Ya wahab..Luasnya pengetahuan tuhan dgn Namanya Yang maha luas..

Hehe..Antara jin dgn roh gentayangan ada perbezaan sifatnya..Memang tipu daya iblis itu licik..Bagi yang sudah memahami dan sudah tahu dgn adegan tipu dayannya..Insya,Allah selamatlah dia darinya dgn perlindungan yang mutlak dari Allah yang maha pelindung..Roh gentayangan memang ada tapi belum ada dalam kesepakatan ulama2 rasyidin sebab yang lebih banyak bertemu dgn kes tersebut adalah perawat dan ahlinya dalam ilmunya..Ulama2 rasyidin biasanya banyak mengetengahkan ketauhidan,tata cara kehidupan,Syariat and berkaitan dgn kehidupan yg masih hidup...Berbeza dgn ahli perawat atau ahli tasauf,tarikat ini..banyak bertemu dgn keajaiban dan kekuasaan Allah sebagai landasan untuk memantapkan keimanan..

Bagi yang pandang tembus melihat roh dgn jin..Keduanya ada perbezaan..Mata batin yang dapat melihat aura mungkin boleh mengesannya dgn mudah bahkan tidak mudah di tipu..Ianya dapat di kesan dari aura dari mahluk tersebut...Biasanya jin hening berwarna kuning,apabila still baca rukyah atau nur Allah warnanya berubah2 dan mereka akan lari.Tapi tetap warna kuning..Berbeza dgn roh..

Roh adalah asli walau di baca rukyah..Masih utuh dan tidak berganjak..Warna netral bening..Syaitan pulak warna merah dan iblis berwarna hitam kelam..Sape ade mata melihat aura mngkin mudah mengesannya..Mata batin banyak versi ma...

Apa yang tok said storykan kebanyakan Aliran kebatinan..Sebab itulah banyak ada yang bersependapat dan ada yang tidak..

Kalau ada salah leh tegur lah yer...Sekadar nak adjust kemuskilan org yang belum mengetahuinya...Wallahualam

lebai slamb3r said...

salam akak72..

Memang banyak pendapat tentang roh ini...Al-quran dah terangkan..Urusan roh itu adalah urusan tuhan..So sedikit sahaja..sedikitnya mengikut kefahaman seseorang itu dan makamnya dgn Allah..Allah maha pemberi kepada siapa dia kehendaki..Ya wahab..Luasnya pengetahuan tuhan dgn Namanya Yang maha luas..

Hehe..Antara jin dgn roh gentayangan ada perbezaan sifatnya..Memang tipu daya iblis itu licik..Bagi yang sudah memahami dan sudah tahu dgn adegan tipu dayannya..Insya,Allah selamatlah dia darinya dgn perlindungan yang mutlak dari Allah yang maha pelindung..Roh gentayangan memang ada tapi belum ada dalam kesepakatan ulama2 rasyidin sebab yang lebih banyak bertemu dgn kes tersebut adalah perawat dan ahlinya dalam ilmunya..Ulama2 rasyidin biasanya banyak mengetengahkan ketauhidan,tata cara kehidupan,Syariat and berkaitan dgn kehidupan yg masih hidup...Berbeza dgn ahli perawat atau ahli tasauf,tarikat ini..banyak bertemu dgn keajaiban dan kekuasaan Allah sebagai landasan untuk memantapkan keimanan..

Bagi yang pandang tembus melihat roh dgn jin..Keduanya ada perbezaan..Mata batin yang dapat melihat aura mungkin boleh mengesannya dgn mudah bahkan tidak mudah di tipu..Ianya dapat di kesan dari aura dari mahluk tersebut...Biasanya jin hening berwarna kuning,apabila still baca rukyah atau nur Allah warnanya berubah2 dan mereka akan lari.Tapi tetap warna kuning..Berbeza dgn roh..

Roh adalah asli walau di baca rukyah..Masih utuh dan tidak berganjak..Warna netral bening..Syaitan pulak warna merah dan iblis berwarna hitam kelam..Sape ade mata melihat aura mngkin mudah mengesannya..Mata batin banyak versi ma...

Apa yang tok said storykan kebanyakan Aliran kebatinan..Sebab itulah banyak ada yang bersependapat dan ada yang tidak..

Kalau ada salah leh tegur lah yer...Sekadar nak adjust kemuskilan org yang belum mengetahuinya...Wallahualam

akak72 said...

http://www.darussyifa.org/SJ001.php

boleh baca pendapat ust harun din al-hafiz tentang roh, ust harun din ni kata org kasyaf....dan ada yg kata dia ni taraf wali...cuma pendapat dia paling clean so far. semua berdasarkan quran dan hadith.

akak72 said...

Ini dicopy drp website darulsyifaa dr harun din

http://www.darussyifa.org/SJ006.php

Soalan

Heboh di tempat saya baru-baru ini, bahawa seorang yang mati dan dikebumikan, beberapa hari kemudian, ada orang mendakwa menemui si mati dan bercakap dengannya. Malah ada anggota keluarga si mati yang mengakui sedemikian. Ustaz, adakah hal seperti ini boleh berlaku dan adakah si mati itu, benar-benar rohnya boleh menemui keluarga mereka.

NUR AINA MUHAMAD
Senggarang, Johor

Jawapan

Pada Harakah beberapa keluaran lepas, saya telah jelaskan bahawa orang yang telah mati, ruh mereka berada dalam alam barzakh sehinggalah dibangunkan semula pada Hari Kiamat besar. Ertinya,orang-orang telah meninggal dunia, tidak mungkin kembali sebagaimana orang hidup.

Pada saya, apa yang saudari sebutkan berlaku, hal seperti ini tidak boleh dipandang ringan kerana boleh membawa kepada kerosakan, atau sekurang-kurangnya cacat akidah, tidak boleh mempercayai orang yang telah kembali ke alam kubur boleh kembali ke dunia, boleh menziarahi keluarga atau bercakap-cakap semula dengan orang yang mengenalinya.

Meskipun hal ini ada possibility, tetapi tidak mungkin berlaku dalam alam realiti. Yang mereka berjumpa itu bukan orang yang telah mati, besar kemungkinan itu adalah sejenis makhluk halus yang al-Quran mengistilahkannya sebagai Qareen.

Dalam Surah Fussilat, ayat 25 (mafhumnya),"Dan kami tetapkan bagi mereka teman-teman (Qareen) yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Dan tetaplah atas mereka keputusan (hukuman) asal, pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia bahawa sesungguhnya mereka adalah golongan yang rugi."

Ayat ini merujuk kepada adanya, makhluk halus yang dipanggil Qareen atau Quranah (jin yang menjadi sahabat baik kepada manusia).

Dalam Surah an-Nisa, ayat 38 (mafhumnya),"....Dan sesiapa yang menjadikan syaitan itu kawan setianya, maka dia mendapat kawan setia yang amat jahat."

Pada Hari Kiamat bila insan dibangkitkan, dan mendapati dirinya termasuk dalam golongan yang derhaka terhadap Allah S.W.T, mereka saling menyalahkan antara satu sama lain, terutamanya menyalahkan Qareennya (syaitan yang menjadi kawan mereka). Seperti yang disebut dalam Surah Qaaf, ayat 27 (mafhumnya),"Berkatalah (syaitan yang menjadi kawan baik manusia), 'Wahai Tuhan kami! aku tidak menzaliminya, akan tetapi dia sendirilah yang melakukan kesesatan yang amat jauh (terhadap-Mu)."

Banyak ayat-ayat yang berkenaan Qareen seperti Surah as-Saffaat (51), Surah Zukhruf (38), Surah Qaaf (23) dan ayat-ayat lain.

Qareen berbeza istilahnya daripada ifrit, jin, syaitan dan sebagainya, kerana Qareen ini dirujuk sebagai makhluk halus yang berdampingan dengan manusia sehingga menjadi kawan rapat yang boleh bantu membantu.

Malah Allah memberi penjelasan bahawa manusia berlindung dengan jin seperti disebut dalam Surah Jin ayat 6 (mafhumnya),"Dan bahawa sesungguhnya ada kalangan laki-laki manusia, berlindung dengan laki-laki daripada jin, maka bertambah-tambahlah kejahatan syaitan ke atas manusia."

Ayat ini merujuk kepada persahabatan yang begitu rapat antara manusia dengan jin, sehingga menganggap jin ada kuasa, ada kebolehan untuk melindungi manusia, mereka berlindung dengan jin, mereka tidak berlindung dengan Allah.

Ini adalah Qareen, sehingga sesudah mati manusia itu pun, jin ini boleh menyerupai seperti mereka untuk menyesatkan manusia dan mencederakan aqidah manusia, wallahu a'lam.

Harap tok dpt bg penjelasa yg mana satu betul? Takkan dua2 betul atau 2 2 salah.

Ust Harun Din bukan calang2 org, ilmu syariat/makrifat/tarikat/hakikat dia mmg dah mantap dah....hafiz lagi.

akak72 said...

Dipetik drp darulsyifaa juga:

http://www.darussyifa.org/SJ038.php

Roh orang yang telah mati tidak boleh kembali semula ke alam dunia
Soalan:

Ini kisah benar yang menimpa saya dan amat merunsingkan. Kami baru berkahwin dan masih berbulan madu, suami saya meninggal dunia kerana kemalangan jalan, saya reda. Dalam kesedihan saya bermimpi suami saya datang kepada saya seperti sebelum pemergiannya, kami gembira dan tidur bersama dengan bahagia. Selang beberapa malam di antara terlena dengan tidak, saya merasakan suami berada di samping saya, bermadu kasih dengan saya. Kemudian melarat sehingga saya benar-benar yakin, suami meniduri saya. Apakah sebe­narnya, apakah rohnya boleh balik melayan saya. Apa yang harus saya lakukan, saya benar-benar runsing sekarang.

ZAHARAH
Labis, Johor
Jawapan

Saya sudah menjelaskan dalam beberapa soalan sebelum ini. Tetapi elok juga saya pertegaskan lagi bahawa, orang yang telah meninggal dunia, roh mereka berada dalam alam kubur hingga ke suatu masa yang terpulang kepada Allah menentukannya.

Ada yang diseksa dalam kubur dan ada yang berbahagia. Selepas itu mereka akan di tempatkan ke alam barzakh sehingga ke hari Kiamat.

Firman Allah (Al-Mukminuun:100)


“Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”.

Maksudnya selepas kematian mereka akan berada di alam barzakh (yang mereka akan tinggal tetap di dalamnya) sehingga pada hari mereka akan dibangkitkan semula

Dalam Tafsir Al-Qurtubi pada juzuk 18 halaman 56, dalam tafsiran ayat tersebut, bahawa selepas kematian, roh manusia masuk ke alam barzakh, mereka berada di dalamnya. Alam itu tertutup atau terdinding, tersekat daripada mereka kembali ke alam dunia hingga mereka kembali pada Hari Akhirat.

Ertinya, roh orang-orang yang mati, tidak boleh kembali ke alam dunia. Logiknya, kalau orang yang sudah mati, kembali seperti dalam bentuk yang saudari tanyakan tadi, maka mengapa orang yang mati dibunuh dengan zalim, diseksa musuh yang tidak berperikemanusiaan, dirogol dan sebagainya, mengapa mereka tidak balik semula untuk mencari orang yang menganiaya mereka dan membalas perbuatan kejam mereka?

Ini tidak pernah berlaku, kerana hakikatnya orang yang telah mati sudah berada di alam yang ‘terdinding’ dan tidak boleh kembali. Oleh itu persoalan yang ditanyakan tadi, dan hukum syaraknya ia bukan roh suami yang telah mati.

Ia bukan roh, bukan suami, besar kemungkinan ia adalah makhluk halus yang disebut sebagai Qareen. Qareen memang wujud, asalnya ia sebagai bayang-bayang, atau duplikasi daripada suami puan. Apabila suami telah kembali ke alam baqa’, maka makhluk tadi dengan izin Allah, dia boleh menyerupai sebagai suami untuk melakukan apa yang telah berlaku.

Oleh kerana ia bukan suami anda, tetapi makhluk halus, maka jangan sesekali melayaninya, jangan beri ruang kepadanya melakukan sesuatu yang tidak baik kepada anda, lindungilah diri anda dengan ayat-ayat al-Quran dan pesanan-pesanan daripada hadis-hadis Rasulullah. Antaranya banyak membaca dua surah terakhir daripada al-Quran, ayatul Kursi sebanyak yang mungkin, membaca Surah Al-Baqarah hingga akhir, atau membaca Khawateem Al-Baqarah (ayat 184, 185 dan 186).

Sebaik-baiknya sebelum tidur, saudari membaca 11 ayat dari Surah Al-Baqarah, iaitu ayat 1, 2, 3, 4, 5 dan 255, 256, 257 dan 284, 285 serta 286). Boleh juga membaca Surah Yaasin atau mana-mana surah, dengan memohon pertolongan Allah SWT agar perkara sebegini tidak berlaku lagi.

Wallahu a’lam

(Petikan dari ruangan bersama Dato’ Dr. Haron Din – Harakah 1-15 April 2007

Harap tok boleh bagi pendapat sebab ini masalah akidah.

Tok Said said...

ibnu ubbad dlm kitabnya mafakhir al aliah,menyatakan..
syeikh abd kadir al-jilani suatu hari ditanya siapakah tok guru beliau..jawabnya,adapun pada masa yg lalu guruku ialah syeikh Hammas al-dabbas,tetapi buat masa sekarang aku berguru dari dua lautan iaitu Nabi Muhammad dan al Fatwah Saidina Ali Bin Abi Talib

Saidi Abu Hasan as-syazili beliau pula ditanya siapakah Tuan Gurunya,beliau menjawab ..adapun pada masa dulu guruku ialah Syeikh Abdul Salam bin Massis ,tapi buat masa sekarang akuberguru dengan 10 lautan
Guruku dari langit ialah
Jibrail,Mikail,Israfil,Izrail ,Al ruh

Dari bumi pulak

Abu Bakar as sidik
Saidina Umar
saidina Ali
Nabi Muhammad..


Buku ada dijual di kedai2 agama..Dakwaan para tok-tok syeikh ni lagi berat..

Dan bagi mereka yang takut akidahnya terpesong,sila tolak semua dakwaan ruh boleh berkomunikasi dgn manusia hidup..

Walaupun nama-nama besar dalam dunia kewalian mendakwa mereka di ajar oleh orang yang telah ratusan tahun wafat

Tok Said said...

(Kesalahan Selawat Syifa', Suara al-Sunnah, Buletin Jabatan Mufti Negeri Perlis, Bil. 1 April 2007)

Buletin diatas adalah keluaran Mufti Perlis dimana Mufti Perlis telah mengharamkan dan mensyirikkan pengamal selawat syifa yang diajar merata oleh tuan guru besar dr Haron Din,

Dr Haron Din telah dituduh syirik oleh mufti yang pakar dalam al-quran dan hadis..

apa pandang akak 72...mudah benar seorang yang belajar ilmu al-quran dan hadis menuduh beliau syirik,sedangkan ada yang mendakwa Dr Haron Din Wali

Tok Said said...

http://bahaya-syirik.blogspot.com

Blog ni juga yang ditulis berlandaskan al-quran dan Hadis telah menjatuhkan hukum syirik pada pengamal selawat syifa..dan turut disebut nama Dr Haron Din dan Dr Amran kasimin

Sekarang mana 1 ulama yang kita ingin ikut,kedua-duanya pakar dalam al-quran dan hadis,

sememangnya Nabi telah menyatakan Islam berpecah kepada 73 golongan,dan hanya 1 golongan ke syurga,dan setiap golongan mendakwa merekalah golongan yang masuk syurga..di manakah kita?

Pesan guruku, jangan sesatkan atau mensyirikkan seseorang,golongan yang terpilih masuk syurga adalah golongan yang mendapat syafaat nabi muhammad saw...

blog ini bukanlah 1 ajaran agama,saya harap bagi permasalahan dan dakwaan yang pembaca anggap berat sila tolak...

Anonymous said...

Masing2 ada hujjah, so buatlah pilihan masing2...ye tak tok?

Kalau kita tak tahu bertanyalah kepada yg ahli....kan quran ada menyebut demikian...

lebai slamb3r said...

akak 72..Alhamdulillah..Akak memang menitik berat tentang syariat..Yang itu pun dah kira ok jugak..Kalau nak advande leh lanjut versi tarikat.tasauf..

Martabat tasauf atau tarikat tidak sama dgn aliran syariat..Tapi syariat pun sudah ada dlm pengajian kebatinan ini..Tasauf..Ajaran yang di pelopori Sutanul auliya syeikh abdul qadir al-jealani..Aliran kebatinan mungkin faham apa yang di terangkan oleh tok said tu..Kalau beraliran syariat mungkin banyak yang membangkang dari apa yang tok said terangkan itu..Sebab syariat adalah berkaitan dgn nass atau bukti sahih atau di sebut akal rasional..Sedangkan Aliran kebatinan(tasauf) lebih menekankan keyakinan pada mata hati..Berkait rapat dgn pengalaman spritual yang di lalui...Wallahualam..

jebat said...

aku ingat sape2 yg x fhm dan saje nak test..dtg la rmh tok..kita dok dpn2..snang bincang..akak72 pun leh dtg...Allah Maha Besar..

jebat said...

aku sndiri tgok dpn mata cara to merawat..ramai guru2 tahfiz, ustaz2, guru2 pondok, ulamak dr Indonesia pun dtg utk dirawat..lps tu ada je diorg bwk org utk berubat..diorg sendiri kupas berkenaan roh..klu diorg ckp cara tok salah dan x betul, dah lama diorg blah..ni ada yg siap mtk tok ajar diorg...imam dan ulamak dr indon tu pun mtk tok buat kursus di tempt diorg..korg dtg la rmh tok..kita dok dpn2..

Tenri Ewa said...

Nabi Muhammad SAW punya 4 sahabat istimewa yang bergelar kulafaur Rasyidin.
Kenapa hanya 4 ?
karena hanya ke-4 ini yang paling layak di zaman itu untuk mendapatkan keistimewaan khusus.
ke-4 ini insya Allah dibekali ilmu Rahasia yang tentunya tidak terdapat dalamn Quran dan Hadits.
Jadi menurut saya pribadi, Ilmu Rahasia itu ADA.

Contoh lainnya adalah Allah menurunkan Nabi Yang Jumlahnya Ratusan bahkan ribuan di Masa lalu.
Hanya saja yang termasuk Nabi Dan Rasul hanya berjumlah 25 Orang.

Semua tau bahwa perbedaan Nabi dan rasul yaitu Nabi menerima wahyu atau mukjizat hanya untuk diri sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu/mukjizat selain untuk diri sendiri mereka wajib untuk menyampaikan ke umat Manusia.

Nah.....jika ada Ribuan Nabi yang sebelumnya pernah menerima Wahyu yang bersifat rahasia untuk diri mereka maka ini suatu bukti bahwa ILMU RAHASIA itu ada.

Tenri Ewa said...

Untuk urusan ROH, saya sebagai orang awam tidak pernah mendapatkan dalil yang mengatakan bahwa ROh itu tidak bisa kembali ke Dunia, atau ROH orang meninggal itu tidak bisa bertemu dengan roh orang hidup,

Sebaliknya yang saya ketahui adalah ROH manusia yang sudah meninggal itu bisa bertemu dengan ROH manusia yang masih hidup dengan kehendak ALLAH dan dalilnya Sbb :

Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi. Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya. (Tafsir At-Thabari 21/298, Al-Qurthubi 15/260, An-Nasafi 4/56, Zadul Masir Ibnul Jauzi 4/20, dan beberapa tafsir lainnya).

Jika ROH itu bisa dipertemukan dalam mimpi maka tidak tertutup kemungkinan pada kondisi dan tingkat kemampuan orang tertentu ini bisa terjadi meski tanpa melalui mimpi.

Sebaliknya dalil yang sering manusia tafsirkan bahwa orang Mati tidaka akan kembali itu adalah :

"Jika anak cucu adam telah meninggal, maka diputuslah AMALANnya dengan yang ada di dunia kecuali 3 perkara yaitu, Amal Jariyah, Ilmu Yang Bermamfaat Dan Anak Yang Shaleh"

Jika melihat maksud dari dalil ini lebih menekankan Manusia agar selama hidupnya hendaknya melakukan Amal Jariyah, Ilmu yang bermamfaat untuk orang lain dan mendidik Anak Shaleh karena hanya ketiga perkara tersebut yang masih memberi pahala meski kita telah meninggal.
Selain itu tidak ada jalan untuk memperoleh PAHALA lagi.

Dalam dalil ini tidak terlihat penjelasan bahwa ROH orang meninggal tidak bisa kembali lagi.

Dali berikutnya adalah :

(Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), ( ) agar aku bisa berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang dia ucapkan saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mukminun: 99 – 100)

Dalil inipun tidak menjelaskan bahwa ROH itu tidak bisa ke Dunia lagi, melainkan hanya menjelaskan bahwa Orang Mati tidak akan Bisa meminta HIDUP kembali, Oleh karenanya jangan sampai di dunia ini kita Kafir karena setelah Mati tidak ada lagi jalan untuk memperbaiki disi sendiri kecuali dengan 3 perkara yang sebelumnya disebutkan.

Anonymous said...

Akak72 ni wahabi totoq...usah layan ler...ikat je jin setan semer kat roh dia...baru dia tahu...

Oasispg said...

Hebat betulla tasauf pengor korang. Sebenarnya bukan ustaz, ulama jer yang korang kitai. Para sahabat malah nabi pun duduk di bawah level korang sumer. Ye la nabi kan cume ajar syariat. Sedangkan makrifat, hakikat kena belajar dari orang lain. Nabi sebut x leh berkomunikasi demgan roh. Tapi korang ada cara lain plak. Wah.. Cam ni kena tukar syahadat la. Belajar ngan guru korang lagi hebat dari belajar ngan nabi. Apa main quran dan hadits2. Itu sumer x penting. Yang penting guru tok syeikh pengat labu korang sumer tu. Betul x??..

Oasispg said...

Tenri ewa, dalil dalam qurannya sudah ada. Sila la semak balik jawapan yang di berikan di atas. Dalil roh boleh berkominikasi dengan si mati pulak mana? Paham quran ikut sendiri x bole. Kena ada hadits yang menjelaskan. Itu pun hadits yg soheh. Dan baca apa yg di fahami oleh ulama. Bukan ikut perasaan semata-mata macam sesetengah orang tu..

Related Posts with Thumbnails